Makanan pantangan untuk sakit maag kronis maupun akut

Makanan pantangan untuk sakit maag kronis maupun akut
Makanan pantangan Untuk Sakit Maag Kronis Dan AkutPenyakit maag kronis dan akut merupakan penyakit lambung yang sangat menggangu, terkadang penyakit tersebut tiba-tiba muncul ketika Kita sedang menjalankan aktivitas. Biasanya orang yang terserang penyakit maag adalah orang yang pola makannya sangat tidak teratur. Selain itu maag juga timbul akibat pola hidup yang tidak sehat.

Meski sering muncul, sebaiknya sakit maag ini tidak boleh di anggap remeh. karena jika kita abaikan, maka sakit maag akan semakin kronis dan aku sehingga menyebabkan rusaknya lambung. Buat Anda yang sudah terlanjur terkena sakit maag, mulai dari sekarang harus memperhatikan jenis makanan yang menjadi pantangan bagi penderita maag. berikut nitips.com ulas makanan pantangan untuk sakit maag yang harus di hindari

Pantangan Makanan untuk Sakit Maag Kronis dan Akut

Baca juga artikel tentang : Tanda-tanda penyakit maag kronis

Pantangan Makanan untuk sakit maag kronis dan akut

1. Gorengan

Makanan yang dimasak dengan cara digoreng memang sangat nikmat dan guruh. Tapi untuk Anda yang terkena penyakit maag, sebaiknya hindari konsumsi gorengan yang terlalu banyak. Makanan yang digoreng dapat mempengaruhi naiknya gas asam di dalam lambung, oleh karena itu mengonsumsi gorengan dapat memicu rasa nyeri pada kerongkongan dan ulu hati atau disebut heartburn.

2. Susu olahan yang tinggi lemak

Segala jenis makanan yang berasal dari susu yang diolah dan memiliki lemak tinggi juga harus dihindari oleh orang yang memiliki penyakit maag. Contoh produk ini yaitu mentega yang memiliki kadar lemak sangat tinggi sehingga harus Anda jauhi.

3. Cokelat

Cokelat juga merupakan makanan pantangan untuk penyakit maag yang harus Anda hindari. Kandungan kafein dan stimulan lain seperti theobromine yang terdapat pada cokelat dapat memicu naiknya kadar asam di dalam lambung. Selain itu, cokelat juga memiliki kandungan cokelat sehingga tidak baik untuk penderita asam lambung.

4. Produk hasil fermentasi

Beberapa jenis produk hasil fermentasi antara lain yaitu tape dan oncom. Namun untuk tempe dan yoghurt masih aman untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit maag.

5. Buah-buahan yang banyak mengandung gas

Mengonsumsi buah memang sangat baik untuk meningkatkan kesehatan. Akan tetapi ada jenis buah-buahan tertentu yang sebaiknya tidak dikonmsi oleh penderita penyakit maag. Buah nanas, nangka, rambutan, durian merupakan contoh dari beberapa jenis buah-buahan yang mengandung gas. Oleh karena itu, Anda sebaiknya jangan mengonsumsi jenis buah ini jika mengalami sakit maag. Kandungan gas pada buah-buahan tersebut dapat memicu naiknya kadar asam dalam lambung sehingga membuat sakit maag kambuh.

6. Minuman bersoda

Minuman yang mengandung soda bukanlah minuman yang sehat dan pantas dikonsumsi sebagai minuman harian. Sebab minuman soda terbukti berbahaya jika dikonsumsi dalam jangka panjang dan dosis tinggi. Jenis minuman berkarbonasi ini akan memicu naiknya kadar asam di dalam lambung. Efek karbonasi juga dapat menyenbabkan gangguan perut seperti perut kembung sehingga Anda merasa tidak nyaman.

8. Kopi dan teh

Penggemar kopi memang memiliki selera yang tinggi untuk menemani kopi. Namun jenis minuman ini bukanlah minuman yang cocok bagi penderita maag. Bahkan bukan hanya kopi, teh juga memiliki kandungan kafein yang dapat memicu gangguan pada lambung. Kurangi minum kopi dan teh, lebih baik perbanyak minum air putih karena sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Anda seorang perokok? Syukurlah jika bukan. Namun khusus bagi Anda yang masih menghisap asap rokok, berhentilah mulai sekarang juga. Merokok tidak ada manfaatnya da sangat berbahaya bagi kesehatan Anda jangka panjang. Merokok dapat menyebabkan peradangan pada dinding lambung. Jadi Anda yang terkena sakit maag dan merokok akan menghambat penyembuhan sakit maag yang dilakukan. Berhenti merokok mulai saat ini juga untuk meningkatkan kesehatan Anda.

itulah beberapa makanan yang harus dihindari dan dilarang bagi penderita maag. Agar sakit maag tidak semakin kronis dan parah, sebaiknya makanan pantangan sakit maag diatas dihindari.

Sekian artikel dari saya tentang Makanan pantangan untuk sakit maag kronis maupun akut, semoga bermanfaat dan terima kasih.
Jangan lupa untuk tetap berkunjung ke Nglaras-ati, untuk update artikel berikutnya.


Amalan / Do'a untuk menyembuhkan penyakit jantung

Amalan / Do'a untuk menyembuhkan penyakit jantung
Perlu diketahui Penyakit Jantung adalah penyakit yang sangat tinggi tingkat kematian yang menyerang manusia di daerah Indonesia, serta memasuki peringkat teratas di seluruh dunia. Penyakit jantung benar-benar menyiksa bagi si penderitanya. 

Amalan untuk membantu menyembuhkan sakit jantung


Berikut cara amalan yang Insya Allah bermanfaat mengobatai penyakit jantung :

1. Tampung Air Hujan langsung, kalau dapat pas hujan malam jum’at.

2. Bangunlah tengah malam, Sholat Sunah Taubat 2 raka’at, lalu sholat sunah Tahajjud 2 raka’at, lalu Sholat Sunah Hajjad 2 Raka’at.

3. Berdo’a memohon kepada Allah Swt, apa yg menjadi hajjad dan keinginan kita

4. Setelah itu, letakanlah Air Hujan yang telah kita siapkan sebelumnya.

5. bacakanlah beberapa Ayat di bawah ini :

Al-fatihah 99 x
Ayat Kursi 99 x
Al-ikhlash 99x
Al-falaq 99 x
An-nash 99 x
Hauqalah 99 x (Laahaula wa……)
Sholawat Nabi 99 x

6. Setiap selesai lalu tiupkan kedalam Air hujan yg sudah di tampung tadi.

7. Dan yang terakhir, tutuplah dengan do’a kepada Allah agar air Hujan ini benar2 memberikan kesembuhan untuk penyakit jantung.

8.Cara meminumnya boleh dengan satu teguk, atau satu sendok teh besar, Pagi, siang , dan malam,(seperti minum obat).

Apabila anda semuanya melakukan hal seperti yang terpapar disini, maka penyakit Jantung anda , sanak saudara anda , atau orang yg anda obati dengan Air hujan ini Insya Allah sembuh dengan Izin Allah melalui Perantara Air hujan dan ayat-ayat suci .

Sekian artikel dari saya tentang  Amalan / Do'a untuk membantu menyembuhkan sakit jantung, semoga bermanfaat dan terima kasih.
Jangan lupa untuk tetap berkunjung ke Nglaras-ati, untuk update artikel berikutnya.


Amalan untuk membuka pintu rezeki dan mengobati sakit gigi

Amalan untuk membuka pintu rezeki dan mengobati sakit gigi

Amalan / do'a pembuka pintu rezeki

Berikut adalah amalan ampuh yang Insya Allah dengan Izin Allah dapat digunakan untuk membuka segala pintu rezeki dengan izin Allah SWT.

Amalan ini di berikan oleh Ustadz H. Galih Gumelar kepada beberapa pasiennya, dan Alhamdulillah terbukti memberikan solusi kepada mereka yang mengamalkan.

Berikut amalan ampuh pembuka pintu rezeki :
  1. Shalat Hajat 2 Rakaat setelah jam dua belas malam (antara jam 12 hingga jam 4 pagi) 
  2. Baca Alfatiha 114 x 
  3. Baca Al-Ikhlas 27 x 
  4. Baca Al-Insyirah ( Alam Nasrah ) 17 x 
  5. Baca Yaa Hayuu Yaa Qayum birahmatika Yaa Arhamarrahimin 21 x 
  6. Dilanjutkan dengan doa memohon rezeki (terserah pengamal) pakai bahasa yang kita mengerti. 
  7. Setelah selesai doa, lalu melakukan shata tahajud 2 rakaat dan di tutup 3 rakaat witir.
Sekian untuk Amalan pembuka pintu rezeki, Berikut ini masih ada 1 amalan lagi yang dapat digunakan untuk menyembuhkan sakit gigi.

Amalan / Do'a untuk penyembuhan sakit gigi

Berikut Amalan / do'a untuk membantu menyembuhkan penyakit gigi dan gusi dengan izin Allah SWT.
Langkah Membacanya :
  1. Siapkan air satu gelas 
  2. Membaca istigfar 3 kali 
  3. Lalu membaca : "Allahuma Adzhib 'anni suu-a Maa Ajiduhu Wa Fuhsyahu Bi Da'wati Nabiyyikal Aminil Makiini" Sebanyak 11 X 
  4. Lalu Tiupkan keair 
  5. Dan gunakan air untuk kumur-kumur pagi siang dan malam.
Sekian artikel dari saya tentang  Amalan untuk membuka pintu rezeki dan mengobati sakit gigi, semoga bermanfaat dan terima kasih.
Jangan lupa untuk tetap berkunjung ke Nglaras-ati, untuk update artikel berikutnya.


Amalan Do'a untuk terbebas maupun terhindar dari hutang

Amalan Do'a untuk terbebas maupun terhindar dari hutang

Amalan / Do'a untuk terhindar dari hutang

Mau? dikasih ijazah langsung dari Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Beliau ketika pagi menyingsing, hampir tdk pernah ketinggalan membaca Dzikir pagi, seperti yang banyak diriwayatkan para perawi sabda-sabda Mulia-beliau shallallahu 'alaihi wasallam;

أَصْبحْنا وأصْبحَ الْمُلْك للهِ ربّ الْعالمين، اَللّهمّ أسألك خيْر هذا الْيومِ فتحَه ونصرَه ونورَه وبركتَه وهُدَاه وَأعوْذ بك مِن شرّ ما فيه وشرّ ما بعْدَه

Saya sengaja tdk menerjemahkan kandungan makna-nya, dan saya berani mengatakan "dikasih ijazah", karena saya membaca sendiri dalam akhir kumpulan Sabda~Mulia Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, diantaranya terdapat dalam kitab "Al-Adzkar Lin Nawawi", beliau Kiai Mushanif katakan "ajaztu riwayatahu li jami'i al-mu'minin", yang artinya "aku telah meng-ijazah-kan semua riwayat (yang berada dalam kitab tsbt) kepada seluruh umat islam".

Kalau yang ini, kesukaan saya Dzikir Nabi, supaya terbebas dari lilitan hutang.

اللهم إني أعوذ بوجهك الكريم وبكلماتك التامة من شر ما أنت آخذ بناصيته اللهم أنت تكشف المغرم والمأثم اللهم لا يهزم جندك ولا يخلف وعدك ولا ينفع ذا الجد منك الجد سبحانك وبحمدك

Boleh diamalkan atau disimpan, halal dibagikan, semoga kita terbebaskan dari kesulitan-kesulitan yang menipiskan ke-imanan..... amiin.

Amalan Do'a Agar Terbebas Dari  HUTANG dll


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

"aallohumma inni a'udzubika minal hammi wal hazani wal 'ajzi wal kasali wal bukhli wal jubni wa dhala'iddaini wa ghalabatir rijaal"
"Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menggelisahkan dan menyedihkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang."
[HR. Bukhari No. 2893]

Assalamualaikum ustadz,

saya saat ini sedang ada masalah besar yang sulit sekali saya selesaikan sendiri,saya adalah seorang perempuan 33 tahun yg menjadi tulang punggung keluarga,karena kebangkrutan keluarga saya karena ayah saya terjerumus ke dalam hal yg tdk baik,sejak saat itu kehidupan menjadi sangat berat bagi kami ustadz, hutang bertumpuk,masalah bertubi tubi,semampu dan sekuat saya saya berusaha tabah dan menjalaninya ustadz,namun rasanya sekarang ini saya sudah berada di limit kemampuan saya ustadz.

Saya terlilit masalah di kantor dimana saya harus membayar urusan saya itu dgn jumlah yg besar sebesar 250 juta,jika tdk maka saya akan dipenjarakan,saya jingung ustadz,saya sudah berusaha kesana kemari untuk meminta pertolongan,namun tdk satupun yg tergerak,pun saudara saya yg mampu.

Saya memikirkan banyak hal jika sampai saya harus penjara ustadz,masa depan saya,keluarga saya,namun rasanya sudah habis daya saya untuk bertahan,saya ingin pergi saja jauh meninggalkan semua ini,lari dari semua ustadz,sampai saya di hadapkan pada pilihan,dapat bantuan namun dgn kristenisasi,masya Allah ustadz,saya tidak ingin menggadaikan keimanan saya,tp adakah keajaiban dan pertolongan bagi saya untuk keluar dari masalah ini selain dengan cara seperti itu,saya sungguh tidak ingin dipenjara ustadz.

Saya sangat mohon petunjuk dan jawaban dr ustadz.. Terima kasih,wassalamualaikum

Jawab

Wa alaikumus salam wr wb.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
(QS: Al-Baqarah Ayat: 186)


Firman Allah swt :

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ ﴿١٦﴾
إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ ﴿١٧﴾

Artinya : “Dan Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.”
(QS. Qoff : 16 – 17)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم:َ “مَنْ لَمْ يَسْأَلْ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ” (رواه الترمذي).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang tidak memohon (berdoa) kepada Allahmaka Allah justru akan murka kepadanya.” (HR. At-Tirmidzi).

عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَوْلِهِ { وَقَالَ رَبُّكُمْ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ } قَالَ: “الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ” وَقَرَأ:َ { وَقَالَ رَبُّكُمْ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ} إِلَى قَوْلِهِ { دَاخِرِينَ } (رواه الترمذي وأبو داود وابن ماجة وأحمد، وقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ).

Dari Nu’man bin Basyir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang firman Allah: “Dan Tuhan-mu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan (doa) bagimu.” [QS Ghafir: 60], Beliau bersabda: “Doa adalah ibadah”, beliau lalu membaca: “WA QAALA RABBUKUM UD’UUNII ASTAJIB LAKUM” (Dan Tuhan-mu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Akuu kabulkan (doa) bagimu) sampai akhir ayat: “DAAKHIRIIN.(dalam kedaan hina dina)” (HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad. Abu Isa [At-Tirmidzi] berkata: Hadits ini hasan shahih).


Ada baiknya anda perhatikan hadis berikut :

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ:

((دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ الْمَسْجِدَ فَإِذَا هُوَ بِرَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ يُقَالُ لَهُ أَبُو أُمَامَةَ فَقَالَ: يَا أَبَا أُمَامَةَ مَا لِي أَرَاكَ جَالِسًا فِي الْمَسْجِدِ فِي غَيْرِ وَقْتِ الصَّلَاةِ ؟ قَالَ: هُمُومٌ لَزِمَتْنِي، وَدُيُونٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: أَفَلَا أُعَلِّمُكَ كَلَامًا إِذَا أَنْتَ قُلْتَهُ أَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمَّكَ، وَقَضَى عَنْكَ دَيْنَكَ ؟ قَالَ: قُلْتُ: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: قُلْ إِذَا أَصْبَحْتَ، وَإِذَا أَمْسَيْتَ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ، قَالَ: فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَأَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمِّي، وَقَضَى عَنِّي دَيْنِي))

)) رواه ابو داود


Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu ’anhu bertutur: “Pada suatu hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu ’anhu sedang duduk di sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu sholat?” Ia menjawab: ”Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya: ”Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?” Ia menjawab: ”Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a:


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ


”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)

Jika anda memerlukan teks doa tersebut dalam bahasa indosia :

Allahumma inni a’udzu bika minal Hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.

Silakan baca do’a tersebut kapan saja dan disertai keyakinan kuat bahwa Allahg mengabulkan do’a anda.

Wallahu a’lam

Selamat gara-gara tenda terbakar _ kelihatan musibah tapi menyelamatkan


Terkisahlah sebuah kapal penumpang yang karam. Satu orang berhasil menyelamatkan diri, bertahan hidup di sebuah pulau kosong, beberapa ratus meter dari lokasi tenggelamnya kapal.

Orang tersebut membangun semacam tenda dari pelepah dan daun kelapa, serta segala sesuatu yang ada di sekitarnya, untuk bertahan hidup, menanti datangnya bantuan. Tak lupa ia memanjatkan doanya kepada Tuhan, setiap hari, pagi maupun petang.

Suatu pagi, saat dia sedang mencari air tawar ke dalam pulau, agaknya ia lupa memadamkan api unggun. Sebuah bara diterbangkan angin, menyentuh tenda yang ia bangun. Terbakar.

Sekembalinya ke tepi pantai ia sangat terpukul. Melihat tendanya, rumahnya tempat bertahan hidup beberapa hari terakhir habis terbakar, menyisakan asap hitam pekat dan abu. Ia kemudian marah. Marah kepada Tuhan, merasa sudah berusaha bertahan hidup, merasa sudah berdoa, tetapi satu-satunya tempat yang ia punyai ditakdirkan hancur.

Satu jam sesudahnya ia semakin terkejut, karena tiba-tiba ada kapal kecil mendekat ke pulau untuk menyelematkannya.

Ketika ia bertanya bagaimana kapal tersebut bisa menemukannya, sang kapten kapal menjawab, “Saya melihat asap pekat membumbung dari pulau kosong. Pasti itu adalah Anda yang sedang bertahan hidup, yang kami cari selama beberapa hari terakhir ini!”

Maunya kalau sudah jadi

Seorang nenek pernah bertanya kepada cucunya,

“Nak, maukah kamu memakan telur ini?” tanya sang Nenek sembari mengacungkan sebutir telur.

“Nggak mau Nek, masak makan telur mentah?” jawab sang Cucu.

“Kalau di antara ini, adakah di antaranya yang kamu mau memakannya?” tanya sang Nenek kembali, sambil menyodorkan beberapa bahan pembuat kue seperti tepung terigu, baking soda, vanili, mentega, dan lain-lain.

Sang Cucu menjawab dengan wajah bertanya-tanya,”Ah, Nenek tu aneh-aneh aja, masak makan kayak gitu Nek? Jelas nggak ada yang mau, nggak ada yang enak dimakan!”

Sang Nenek kemudian menutup dialog itu dengan berkata, “Sekarang Cucu tidak mau memakannya. Tetapi nanti, saat kesemuanya berpadu menjadi kue, pasti tak akan kau tolak!”

Berdoalah, Pasti dikabulkan


1. Allah mewajibkan kita banyak-banyak berdoa kepada-Nya, dan menjanjikan serta menjamin untuk mengabulkan doa para pendoa. Dan tentu saja kita wajib meyakini dan mengimani janji serta jaminan itu sebagai sebuah kepastian, karena itu janji dan jaminan dari Allah Yang Maha Menepati janji.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka sesungguhkan Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia (benar-benar) berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al-Baqarah: 186).

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan (doa) bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong diri dari beribadah (berdoa) kepada-Ku, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Al-Mukmin/Ghaafir: 60).

“Di sanalah Zakariya berdoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau sebuah keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa” (QS. Ali-Imraan: 38).
“Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (Memperkenankan) doa” (QS. Ibrahim: 39).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم:َ “مَنْ لَمْ يَسْأَلْ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ” (رواه الترمذي).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang tidak memohon (berdoa) kepada Allahmaka Allah justru akan murka kepadanya.” (HR. At-Tirmidzi).
2. Doa adalah ibadah yang wajib kita tunaikan. Tapi ia sekaligus juga merupakan kebutuhan asasi kita. Disatu sisi karena ia sebagai bukti pengakuan akan kekurangan, kelemahan dan keterbatasan diri kita sebagai hamba yang fakir dan selalu butuh kepada Dzat Yang Maha Kaya, Allah Ta’ala (sehingga hanya orang sombong saja yang tidak mau meminta, memohon dan berdoa).
Dan disisi lain doa juga sebagai salah satu solusi jitu, jalan keluar terbaik dan sarana perlepasan termanjur dari berbagai himpitan kebutuhan, persoalan dan problematika hidup. Karena berdoa juga berarti mengadu dan curhat. Maka jika seseorang acapkali merasa ringan bebannya dan menjadi plong hanya karena menemukan orang yang bersedia mendengarkan keluhan, pengaduan dan curhat-nya, maka bagi kita orang beriman, tentulah hanya Allah Tempat mengeluh, mengadu dan curhat terbaik.

عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَوْلِهِ { وَقَالَ رَبُّكُمْ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ } قَالَ: “الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ” وَقَرَأ:َ { وَقَالَ رَبُّكُمْ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ} إِلَى قَوْلِهِ { دَاخِرِينَ } (رواه الترمذي وأبو داود وابن ماجة وأحمد، وقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ).

Dari Nu’man bin Basyir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang firman Allah: “Dan Tuhan-mu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan (doa) bagimu.” [QS Ghafir: 60], Beliau bersabda: “Doa adalah ibadah”, beliau lalu membaca: “WA QAALA RABBUKUM UD’UUNII ASTAJIB LAKUM” (Dan Tuhan-mu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Akuu kabulkan (doa) bagimu) sampai akhir ayat: “DAAKHIRIIN.(dalam kedaan hina dina)” (HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad. Abu Isa [At-Tirmidzi] berkata: Hadits ini hasan shahih).

“Hai manusia, kamulah yang fakir (selalu butuh) kepada Allah, sedangkan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak butuk apapun dan kepada siapapun) lagi Maha Terpuji” (QS. Faathir: 15).
”Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kalianlah orang-orang yang fakir (selalu butuh kepada-Nya). Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini” (QS. Muhammad: 38).

”Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (QS. Yusuf: 86).
3. Namun wajib dipahami bahwa, janji dan jaminan pengabulan doa itu berlaku, ketika doa dipanjatkan secara benar dengan sesuai syarat-syaratnya. Maka ketika sebuah doa benar-benar tertolak dan benar-benar tidak terkabul, maka pasti penyebabnya adalah karena adanya syarat yang tidak terpenuhi, atau adanya faktor yang menghalangi.
Dan diantara syarat-syarat dan faktor-faktor terkabulnya doa adalah:
1-Ikhlas
2-Sungguh-sungguh
3-Yakin dikabulkan
4-Husnudz-dzan kepada Allah
5-Sabar tidak terburu-buru alias tidak cepat mutung
6-Tawakkal menyerahkan penuh kepada Allah tentang bentuk dan waktu pengkabulan doanya
7-Serta tidak mendikte Allah harus mengabulkan doa persis sesuai keinginan sang pendoa (karena Allah-lah Yang Maha Tahu tentang yang paling maslahat bagi kita, sedang kita tidak tahu!)
8-Menyertai doa dengan usaha riil secara optimal dan maksimal sebagai bukti kesungguhan doanya, dan lain-lain.
Sedangkan faktor-faktor penghalang terkabulnya doa, antara lain:
1-Kebalikan semua syarat diatas
2-Berdoa dengan doa maksiat
3-Berdoa dengan doa pemutus tali silaturrahim
4-Mengonsumsi yang haram
5-Berbuat syirik
6-Meninggalkan kewajiban amar bil-ma’ruf dan nahi ‘anil-munkar, dan lain-lain.

”Katakanlah: “Tuhanku menyuruh berlaku adil”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri)mu[533] di setiap shalat dan beribadahlah (berdoalah) kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan, demikian pulalah kamu akan kembali (kepadaNya)” (QS. Al-A’raaf: 29).

”Maka Kami mengabulkan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan takut, dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami” (QS. Al-Anbiyaa’: 90).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ”. (رواه الترمذي).

Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam bersabda: “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. At-Tirmidzi).

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “الْقُلُوبُ أَوْعِيَةٌ وَبَعْضُهَا أَوْعَى مِنْ بَعْضٍ فَإِذَا سَأَلْتُمْ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَيُّهَا النَّاسُ فَاسْأَلُوهُ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ لِعَبْدٍ دَعَاهُ عَنْ ظَهْرِ قَلْبٍ غَافِلٍ” (رواه أحمد).

Dari Abdullah bin ‘Amru bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Hati adalah ibarat bejana, dan sebagiannya lebih banyak menampung daripada sebagian yang lain. Wahai manusia, jika kalian memohon kepada Allah ‘azza wajalla, maka mohonlah kepada-Nya dengan keyakinan bahwa permohonan itu bakal dikabulkan. Karena sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan mengabulkan do’a seorang hamba yang memanjatkannya dari hati yang lalai.” (HR. Ahmad).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً” (متفق عليه).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat/menyebut-Ku. Jika ia mengingat/menyebut-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingat/menyebutnya dalam diri-Ku, dan jika ia mengingat/menyebut-Ku dalam suatu perkumpulan, maka Aku mengingat/menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka (perkumpulan malaikat). Jika ia mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekatkan diri kepadanya sehasta, dan jika ia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta, Aku mendekatkan diri kepadanya sedepa, jika ia mendatangi-Ku dalam keadaan berjalan, maka Aku mendatanginya dalam keadaan berlari.” (HR. Muttafaq ‘alaih).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي” (متفق عليه).

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “(Do’a) salah seorang diantara kalian pasti akan dikabulkan selagi ia tidak terburu-buru, dengan mengatakan; ‘Aku telah berdoa, namun tidak kunjung dikabulkan.’ (HR.Muttafaq ‘alaih).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: “لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ” قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الِاسْتِعْجَالُ قَالَ: “يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِي فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ” (رواه مسلم).

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Doa seorang hamba senantiasa akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa ataupun untuk memutuskan tali silaturahim dan tidak tergesa-gesa.” Seorang sahabat bertanya; ‘Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa? ‘ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Yang dimaksud dengan tergesa-gesa adalah apabila orang yang berdoa itu mengatakan; ‘Aku telah berdoa dan terus berdoa tetapi tidak kunjung dikabulkan juga’. Setelah itu, iapun merasa putus asa (mutung) dan tidak mau berdoa lagi.’ (HR. Muslim).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم:َ “أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ { يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ } وَقَالَ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ } ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ” (رواه مسلم).

Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah Kami rezekikan kepadamu.’” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari sumber yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah mungkin akan dikabulkan doa orang seperti itu?.” (HR. Muslim).

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنْ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ” (رواه الترمذي وابن ماجة وأحمد، وقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ).
Dari Hudzaifah bin Al Yaman dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaknya kalian beramar ma’ruf dan nahi munkar atau jika tidak, niscaya Allah akan mengirimkan siksa dari sisi-Nya kepada kalian, kemudian kalian berdoa kepada-Nya namun doa kalian tidak lagi dikabulkan.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad. Abu Isa (At-Tirmidzi) berkata: Hadits ini hasan).

4. Yang sangat penting dipahami adalah bahwa, terdapat 1001 macam, bentuk dan cara pengabulan doa! Sementara kebanyakan orang hanya memahami satu saja bentuk dan cara pengabulan doa. Yakni bahwa doa seseorang dikabulkan persis sesuai permintaan, tepat diwaktu (timing) dan tempat yang “didiktekan” dalam doanya! Sehingga ketika doanya tidak terkabul persis seperti itu, biasanya ia langsung menganggap dan mengklaim serta bersuudzan bahwa, doanya tidak didengar oleh Allah dan tidak dikabulkan. Padahal sebenarnya dikabulkan, hanya saja ia tidak memahami, tidak mengetahui dan tidak menyadarinya! Karena dikabulkan dengan cara lain, yang menurut Allah Yang Maha Mengetahui, cara lain itu lebih maslahat baginya!
Jadi ketika doa serasa tidak terkabul, ada dua kemungkinannya: Pertama, memang benar-benar tidak dikabulkan yang berarti tertolak, dan jelas karena ada syarat yang tidak terpenuhi atau ada faktor yang menghalangi, seperti telah disebutkan dimuka. Kedua, sebenarnya dikabulkan, namun dalam bentuk atau dengan cara lain, yang tidak dipahami atau tidak disadari oleh yang bersangkutan.
Dan secara garis besar, ada tiga bentuk pengkabulan dan penerimaan doa seorang pendoa: Pertama, dikabulkan secara umum sesuai dengan permintaan, meski waktu, tempat dan detail-detail lainnya bisa saja berbeda-beda. Kedua, dikabulkan tapi tidak sesuai dengan permohonan, melainkan diganti dengan yang lebih baik, yakni berupa dihindarkan dari keburukan atau marabahaya yang nilainya setara dengan yang diminta. Ketiga, diterima tapi tidak diberikan di dunia, melainkan disimpan dan dicatat berupa pahala yang setara dengan nilai doa dan permohonan.

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Tapi boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Karena Allah Yang Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah: 216).

أَنَّ عُبَادَةَ بْنَ الصَّامِتِ حَدَّثَهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا عَلَى الْأَرْضِ مُسْلِمٌ يَدْعُو اللَّهَ بِدَعْوَةٍ إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ إِيَّاهَا أَوْ صَرَفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ” فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ إِذًا نُكْثِرُ قَالَ: “اللَّهُ أَكْثَرُ” (رواه الترمذي، وقَالَ: وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ).

Bahwa ‘Ubadah bin Ash Shamit telah menceritakan kepada mereka bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada seorang muslimpun di muka bumi yang berdoa kepada Allah dengan sebuah doa, melainkan Allah akan memberikan kepadanya (sesuai doanya), atau memalingkan darinya keburukan yang setara dengan nilai doanya, selama ia tidak berdoa dengan doa dosa atau pemutusan tali silaturrahim” Kemudian ada seorang laki-laki dari orang-orang yang ada (di tempat) berkata: jika demikian kita perbanyak (berdoa yang banyak) saja. Beliaupun bersabda: “Allah lebih banyak pemberiannya.” (HR. At-Tirmidzi, dan beliau berkata; Ini adalah hadits hasan shahih).

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا”، قَالُوا: إِذًا نُكْثِرُ قَالَ: “اللَّهُ أَكْثَرُ” (رواه أحمد والحاكم).

Dari Abu Sa’id berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada seorang muslimpun yang berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa atau pemutusan tali silaturrahim, kecuali Allah akan memberinya tiga kemungkinan; disegerakan pengabulan doanya (di dunia ini), atau disimpan pahalanya untuknya untuk (diberikan) di akhirat, atau ia dijauhkan dari keburukan yang setara nilainya”. Para sahabat berkata: “Jika demikian kita perbanyak (berdoa yang banyak) saja”, beliau bersabda: “Allah memiliki yang lebih banyak (sebagai balasan dan pengkabulan” (HR. Ahmad dan Al-Hakim).

5. Karena ketidaktahuan itu, sering sekali kita meminta apa-apa yang kita sangka baik atau lebih baik, maslahat atau lebih maslahat, baik dalam hal jenis dan macamnya, atau caranya, atau timing-nya, atau tempatnya, dan lain-lain. Padahal sebenarnya, dalam ilmu Allah Yang Maha Tahu tidaklah demikian. Maka Allah-pun, saat berkehendak mengabulkan doa kita, mengabulkannya sambil atau setelah “meralat” doa kita menjadi yang benar-benar lebih baik dan lebih maslahat bagi kita. Misalnya seseorang berdoa minta jodoh A, tapi “diralat” dengan diberi jodoh B atau C yang hakekatnya dalam ilmu Allah lebih baik dan lebih maslahat baginya. Atau suami-istri berdoa minta anak perempuan, tapi “diralat” dengan diberi anak laki-laki, karena Allah Maha Tahu, mereka lebih mampu mendidik anak laki-laki, atau sebaliknya. Atau seorang pedagang berdoa meminta untung sekian hari ini, tapi “diralat” dengan diberi kurang dari permintaannya itu, karena jika diberi persis sesuai permintaannya justru lebih madharat baginya. Dan begitu seterusnya.
Lalu yang juga paling sering terjadi, “ralat” itu tertuju pada waktu dan “timing” pengkabulan doa. Dimana seseorang berdoa meminta sesuatu hari ini misalnya, tapi “diralat” dan diberi besok, atau minta pekan ini, tapi “diralat” dan dikabulkan pekan depan atau pekan depannya lagi, atau meminta pada bulan atau tahun ini, namun “diralat” dan baru dikabulkan pada beberapa bulan atau beberapa tahun berikutnya. Dan bahkan ada yang doanya “diralat” “begitu ekstrem” sehingga baru dikabulkan justru setelah yang bersangkutan tiada, sehingga yang menerima dan merasakan pengkabulan doa tersebut adalah anak cucu yang bersangkutan. Mungkin disini penting kita mengambil ibrah dari pengkabulan doa Nabi Ibrahim ‘alahissalam yang baru terjadi setelah berabad-abad berlalu dari saat doa dipanjatkan. Yakni doa beliau seperti dalam QS. Al-Baqarah: 129, yang baru dikabulkan oleh Allah dengan diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir, seperti disebutkan para ulama tafsir.
Nah adanya “ralat-ralat” inilah yang biasanya menjadi salah satu faktor penyebab ketidaksabaran, suudzan dan sikap mutung (ngambek) dari banyak pendoa, serta sekaligus menjadi salah satu penghalang utama terkabulnya doa-doa berikutnya!

6. Karena kondisi dan situasi saat ini, sangat boleh jadi kebanyakan doa kita justru “diralat” dan “dialihkan” ke bentuk dan jenis kedua dari pengkabulan doa yang disebutkan dalam hadits ‘Ubadah bin Ash-Shamit dan Abu Sa’id Al-Khudri diatas. Yakni banyak dan beragamnya potensi keburukan dan marabahaya yang mengancam setiap kita setiap saat di zaman sekarang, sangat boleh jadi telah menjadi faktor penyebab utama “peralatan” dan “pengalihan” itu. Dimana doa-doa kita dengan beragam tujuan dan kepentingan, meskipun memenuhi syarat, “terpaksa” tidak dikabulkan sesuai tujuan dan kepentingannya, melainkan “dipakai” untuk menghindarkan dan menyelamatkan kita dari berbagai potensi keburukan dan marabahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu setiap detik! Khususnya bagi kita yang jarang berdoa dengan doa-doa perlindungan diri. Namun kebanyakan kita tidak memahami dan tidak menyadari hal itu.

7. Dan tentu saja ujian penerimaan dan pengkabulan doa terberat adalah bentuk ketiga seperti dalam hadits diatas. Yakni, karena hikmah dan ke-Maha Tahu-an Allah, doa-doa kita tidak dikabulkan dengan bentuk pengkabulan apapun di dunia, melainkan disimpan dan dicatat sebagai pahala amal yang setara dengan nilai doa-doa itu, yang baru akan diberikan di akhirat, untuk memperberat timbangan amal kita nanti. Memang ini berat sekali di dunia, tapi nanti mungkin setiap kita membayangkan dan menginginkan andai seluruh doa yang dipanjatkannya di dunia tidak ada yang dikabulkan di dunia, melainkan ditambahkan sebagai pemberat timbangan amal shalih yang paling ia butuhkan saat itu!

Sekian artikel dari saya tentang  Amalan / Do'a untuk terhindar atau terbebas dari hutang, semoga bermanfaat dan terima kasih.
Jangan lupa untuk tetap berkunjung ke Nglaras-ati, untuk update artikel berikutnya.

Mahabbah Surat At-taubat ayat 128-129 / Laqod jaa akum

Mahabbah Surat At-taubat ayat 128-129 / Laqod jaa akum

Mahabbah ayat "Laqod jaa akum" atau surat At taubat

Catatan :
Maaf ya semuanya dalam membaca dua ayat diatas....haram hukumnya pakai baca basmalah jadi pakai ta'awwudl saja karena dua ayat diatas adalah ayat Taubat .

Amalan untuk panjang umur, keselamatan, dan untuk berbagai macam hajat:
Bacalah surat At Taubah ayat 128-129 sebanyak 7x setiap habis sholat 5 waktu, atau dibaca 7x sehabis sholat subuh dan dibaca 7x sehabis sholat maghrib, tetapi yang utama dibacanya sehabis sholat 5 waktu, maka insya Allah, Allah jadikan yang lemah menjadi kuat, yang punya hutang dimudahkan sama Allah dalam membayarnya, yang hina bisa menjadi mulia, yang rezekinya seret dibanyakkan rezekinya, mudah dikabulkan hajatnya, diberikan keselamatan, dipanjangkan umur, dll..
Amalan untuk panjang Umur dan Rizki SURAT AT-TAUBAH ayat 128-129

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (١٢٨)
فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (١٢٩)

LAQAD JA AKUM RASULUN MIN AMFUSIKUM AZIZUN ALAIHI MA ANITTUM HARISUN ALAIKUM BIL MU'MININA RAUPUN RAHIM ...... (QS. Attaubat : 128)
FA IN TAWALLAW FAKUL HASBIYALLAHU LAA ILAHA ILLA HUWA ALAIHI TAWAKKALTU WA HUWA RABBUL ARSYIL ADZIIM......(QS. Attaubat : 129)

Artinya :
Sesungguhnya telah datang kepada kamu seorang Rasul dari golongan kamu sendiri (iaitu Nabi Muhammad s.a.w.), yang menjadi sangat berat kepadanya sebarang kesusahan yang ditanggung oleh kamu, yang sangat lobakan (inginkan) kebaikan bagi kamu, (dan) ia pula menumpahkan perasaan belas serta kasih sayangnya kepada orang-oarng yang beriman.(QS. Attaubat : 128)
Kemudian jika mereka berpaling ingkar, maka katakanlah (wahai Muhammad): “Cukuplah bagi Allah (yang menolong dan memeliharaku), tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; kepadaNya aku berserah diri, dan Dialah yang mempunyai ‘Arasy yang besar “.(QS. Attaubat : 129)

Itulah bunyi dari surat At-Taubah ayat 128-129. mempunyai khasiat bermacam-macam bila di amalkan secara rutin.
1. dibaca 7 x sehabis shalat maghrib, Insya Allah rejeki akan lancar
2. di baca 7 x sehabis shalat subuh, Insya Allah membentengi diri kita dari ilmu hitam
3. di baca 100 kali sehabis shalat hajat, Insya Allah mempercepat terkabulnya hajat.
4. dan masih banyak lagi, seperti, disukai masyarakat banyak, di cintai lawan jenis, di segani kawan maupun lawan.
Ada sebuah cerita yang dialami seorang teman. beliau baru saja pulang dari rumah mursyid kami sekitar jam 10 malam. sejak keluar dari rumah mursyid, beliau terus membaca 2 ayat tersebut sampai tiba di pinggir jalan raya. beliau bermaksud naik angkot untuk pulang kerumahnya. tapi aneh..., sudah 5 angkot kosong lewat, tidak ada yang mau singgah. lantas beliau berfikir, " ...jangan2 ini khasiat 2 ayat tersebut yang memang bisa buat menghilang...? ".

kemudian beliau mengucapkan istighfar, membaca shalawat & Al-Fatihah. Alhamdulillah...., setelah melakukan itu, tidak lama kemudian ada angkot kosng yang singgah.
SUBHANALLAH.....itulah dahsyatNya Ayat-Ayat Allah.......

عن الشيخ التجاني رضي الله عنه من قرأ آية الحرص ( لقد جاءكم رسول من أنفسكم………..)
مرة بعد صلاة الصبح حفظ قلبه و بعد صلاة الظهر (مرة) أحيا قلبه و ثبته في الحياة الدنيا و الآخرة و بعد صلاة العصر (مرة)لم يمت موت الفجأة و بعد صلاة المغرب (مرة) رزق الاستقامة و بعد صلاة العشاء (مرة) حفظ من كبار المعاصي و بعد الوتر (مرة) كفى أمر الرزق و خوف الخلق و بعد صلاة عيد الفطر(سبعا) حفظ من الصمم كل سنة ما داوم عليها و بعد عيد الأضحى (احد و عشرين مرة) أمنه الله من العمى الأكحل كل سنة قرأها و بعد صلاة الكسوف (ستة و ستون مرة) شفاه الله في بدنه من سائر الأمراض و بعد صلاة الاستسقاء (ثمانية و عشرين مرة) أستجيبت دعوته و بعد صلاة الفجر (مرة) لم يمت حتى يرى مقعده في الجنة أو يرى له و بعد الاستخارة النبوية كانت الملائكة في عونه و (مرة) بعد أي نافلة رزق حلاوة الإيمان و بعد صلاة الجمعة (تسعا و تسعين مرة) حفظ من أكل الحرام ما دام عليها و في يوم عرفة (ثلاث مائة و ستين مرة) أخذ الله بيده و كفاه هم الدنيا و الآخرة و في يوم عاشوراء( ألفا )تخدمه الأرواح و تأتيه بالأرزاق من الكون و في ليلة النصف من شعبان (خمسمائة) لم يسأل في قبره و من قرأها كل صباح(مرة) و كل مساء(مرة) حفظ من الآفات و لا يضره شيء ما داوم عليها و (مرة) عند النوم تحفظ من الآفات إلى الصباح و لا يضره شيء أبدا و من قرأها على أحد حفظ من كل سوء و من خاف من لص أو ظالم فليضع يده على رأسه و ليقرأها فيحفظ منه و(ثلاثا) عند طلوع الشمس و عند غروبها كفاه الله شر العالم و من قرأها (ثلاثا) عشية جمعة حفظ من السحر و لا ينفذ فيه سم و (سبعا) على أي علة شفيت كان شرب له كتابتها (سبعا) و إن قرئت (مائة) على عليل أعي الأطباء بصدق الطلب شفي من حينه و من دخل الخلوة و قرأها (ثلاثين ألفا) و يده على صدره لا يمرض أبدا و لا يفقد بصره و لا يتصرف فيه أحد من أهل الظاهر و لا من أهل الباطن و من قرأها (ستة و ستين) على ملسوع شفى بالله من حينه و من قرأها (مائة و احد عشر مرة) على عولة لم يفقدها أبدا ما دام يقرأها على العولة و من قرأها عند كل أكل لم يفقد النعمة و لو في فلاة و من قرأها على الحامل (مرة)(أربعين يوما) حفظت هي و ولدها من الآفات و يكون الولد صالحا و من يشاهد الخيالات في نومه قرأها عند النوم (إحدى عشر مرة) حفظه الله و إن وضع المسافر يده على رأسه و يقرأها على نفسه حفظه الله حتى يرجع لا يموت في سفره و حفظ من الأمراض و من قرأها في اليوم و الليلة و لو مرة لا يموت ما دام يقرأها و من ودع مسافرا بعد أن يقرأها عليه حفظه الله من الآفات و لا يموت حتى يرجع و من قرأها على مال حفظه الله و حرسه و من قرأها على دار أو بستان أو مدينة أو قرية أو حصن حفظ الله الجميع و من قرأها على قافلة أو سفينة حفظها الله و من قرأها في غزوة (ألف مرة) انهزمت الأعداء و رزق النصر و السلامة و إن قرأها (ستة و ستين مرة) على نار تفسد انطفأت بالله و من قرأها في خلوة (سبعين ألفا) تخدمه الأرواح و الجن المؤمنون طول حياته و يكون له الإقبال في قلوب الخلائق و تخضع له الجبابرة طوعا أو كرها و يعافي في جميع الأمراض و لا يصعب عليه مطلب و من أكثر قراءتها بلا عدد مشيا و قعودا كثر خيره و يحبه النبي صلى الله عليه و سلم و يراه في كل وقت و حين و من داوم عليها أربعين سنة زال الحجاب بينه و بين النبي صلى الله عليه و سلم و ينال ما ناله الصديقين.

kata guru saya dzikir itu seperti kunci dan jumlahnya adalah gerigi pada kunci. jadi kalau ada amalan di suruh baca 7x jangan ditawar lagi, tdk lebih tdk kurang, biar kunci itu bisa membuka pintu hajat yg di maksud.iklas itu tempatnya disini
Kuncinya adalah Ikhlas..Insya Alloh,semoga kita semua sllu mendapatkan Mau'inah maghfiroh serta hidayah dari Alloh S.W.T
---------------------------------------------------------------------------------------------


Amalan SURAH AT-TAUBAH AYAT 128 – 129
Dengan Nama Allah Yg Maha Permurah Lagi Maha Pengasihani

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (١٢٨) فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (١٢٩)

Artinya :
Sesungguhnya telah datang kepada kamu seorang Rasul dari golongan kamu sendiri (iaitu Nabi Muhammad s.a.w.), yang menjadi sangat berat kepadanya sebarang kesusahan yang ditanggung oleh kamu, yang sangat lobakan (inginkan) kebaikan bagi kamu, (dan) ia pula menumpahkan perasaan belas serta kasih sayangnya kepada orang-oarng yang beriman.

Kemudian jika mereka berpaling ingkar, maka katakanlah (wahai Muhammad): “Cukuplah bagi Allah (yang menolong dan memeliharaku), tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; kepadaNya aku berserah diri, dan Dialah yang mempunyai ‘Arasy yang besar “.
Menurut beberapa sumber apabila sering membaca ayat ini maka Khadamnya ada 7 dan apabila di lihat dgn mata bathin, si pengamal dikawal oleh 7 harimau dan jasadnyadiselimuti oleh tujuh lapis dinding api, Amalan ini multifungsi. Wallahu'alam.

Cara mengamalnya:

Beberapa sumber menyarankan membaca surah At-Taubah ayat 128 sebanyak 7x dan ayat 129 sebanyak 7x, pada setiap seusai sholat fardhu.
Inysa Allah Bermanfaat.

KHASIAT AYAT LAQOD JA’AKUM
Surah ini diturunkan di Madinah, mengandungi 129 ayat. Dinamakan surah ” At-Taubah ” (Taubat) kerana pada ayat 117, disebutkan perihal golongan yang telah bertaubat dari perbuatan mereka yang salah lalu Allah menerima taubat mereka dan mengampunkannya.
Jika dibaca tujuh kali setiap hari maka ia boleh memudahkan urusan dunia dan akhirat.
Jika dibaca pada pagi, ia boleh menjauhkan ancaman untuk hari itu, begitu juga jika dibaca pada waktu petang, boleh menghindarkan ancaman pada waktu malamnya. Insya-Allah.
Ayat ini juga boleh menambah keteguhan iman seseorang itu kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Ayat ini juga untuk pengasih

Apabila sampai waktu ajal kita, kita tidak akan dapat membaca 2 ayat ini walaupun sebelum ini kita dah biasa membaca dan mengamalkannya. Allah memberi kita petunjuk bahwa ajal kita sudah semakin hampir, dan pada saat dan waktu itu kita seakan-akan lupa ayat ni, tak ingat, padahal hari-hari kita baca. Itu tandanya…ajal kita sudah hampir tiba. Inilah salah satu petanda yang Allah beri pada hambanya yang mengamalkan surah Al-Taubah, ayat 128-129.

Surah ini juga dinamakan surah ”Baraa’ah” (Pemutusan Tanggungjawab) yang maksudnya ” Pembatalan Perjanjian ” sebagaimana yang diterangkan pada bahagian awal surah ini.
Intisari kandungannya : Menerangkan peristiharaan dari Allah dan RasulNya, yang ditujukan kpada kaum musyrik Arab dan ditegaskan : Bahwa oleh krn mereka telah mencabuli perjanjian dengan
Rasulullah s.a.w. maka perjanjian itu adalah dibatalkan oleh Allah dan RasulNya dan mereka diberi waktu selama 4 bulan, sesudah itu jika mereka tidak menerima Islam maka mereka akan dimusnahkan di mana saja mereka ditemui.

Surah ini juga menandakan rahasia kaum munafik yang pura-pura Islam pada zahirnya, sedang mereka tetap kafir pada batinnya. Surah ini pula – dari asalnya – tidak diawali dengan Bismillaahir rahmaanir rahiim.

Keistimewaan dua ayat akhir dari Surah At-Taubah ( juga dinamakan Ayatul Hisni ) sebagai berikut :

Barang siapa yang setiap harinya membaca dua ayat yang akhir dari Surah Al-Baraa’ah sebanyak 7x sesudah sholat fardhu maka
– Jika dia seorang yang lemah maka akan menjadi kuat.
– Jika dia seorang yang hina maka akan menjadi seorang yang mulia.
– Jika dia seorang yang kalah maka akan segera mendpt pertolongan.
– Jika dia seorang yang berkesempitan maka akan mendpt kelapangan.
– Jika dia seorang yang berhutang maka akan segera dpt membayar.
– Jika dia seorang yang berada dalam kesusahan maka akan hilang kesusahannya.
– Jika dia seorang yang sulit dalam penghidupan maka akan segera mendpt lapangan kehidupan.
Barang siapa membacanya pada hari siangnya atau pada waktu malamnya maka hal itu sebagai suatu petanda bahwa dia tidak akan mati pada saat itu. Menurut riwayat lain; dia tidak akan dilukai seseorang dengan alat-alat yang berasal dari besi.

Sebahagian ‘ulama ‘menyebut tentang keistimewaan dua ayat ini bahwa ada salah seorang yang telah mengamalkannya ketika dalam keadaan sakitnya yang sudah kritis. Ketika itu dia sudah diperkirakan berumur 71 tahun. Dengan berkah membaca dua ayat tersebut, dia masih dapat menikmati umurnya sehingga mencapai usia 120 tahun.

Dalam versi yang lain ada mengatakan bahwa barang siapa mengamalkan ayatul Hisni, ia tidak akan bertemu maut pada hari itu kecuali kalau telah datang kitab mubram ia akan terlupa membacanya dan tidak akan memberi bekas kpadanya sesuatu baharu. Cara mengamalkannya bacakan 7x di masa pagi.

Ini dia dua ayat akhir surat At-Taubah :

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (١٢٨)

فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (١٢٩)

LAQOD JA’AKUM ROSUULUM MIN ANFUSIKUM ‘AZIIZUN ‘ALAIHI MAA’ANITTUM HARIISHUN ‘ALAIKUM BIL MU’MINIINA RO’UUFUR ROHIIM. (Surah At-Taubah :128)

FA IN TAWALLAU FAQUL HASBIYALLAAHU LAA ILAAHA ILLAA HUWA, ‘ALAIHI TAWAKKALTU WA HUWA ROBBUL ‘ARSYIL ‘AZHIIM (Surah At-Taubah :129)

Sekian artikel dari saya tentang  Mahabbah ayat "Laqod jaa akum" atau surat At taubat, semoga bermanfaat dan terima kasih.
Jangan lupa untuk tetap berkunjung ke Nglaras-ati, untuk update artikel berikutnya.


Mahabbah Istimewa dari surat yusuf

Mahabbah Istimewa dari surat yusuf
Mahabbah istimewa dari surat yusuf yang

Bacaannya adalah: فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ

Bismillahirrohmanirrohiim Falamma roainahu akbarnahu wa qhotho'na aidiyahuuna....

Tawassul dan cara pengamalan

Mahabbah dari surat Yusuf yang Istimewa

- Kalimah syhadat 3 kali

- Astagfirullaahal 'azhiim min kulli dzanbin wa atubu ilaih

– 3kali - Sholawat nabi 3kali

- Subhanallah wal hamdulillaah walailaaha illallah wallaahu akbar laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adziim 3kali

kemudian kirim surat al fateha kepada:

1. ilaa hadratin nabi muhammad sholallaahu 'alaihi wassalam

2. ilaa hadratin Malaikat Jibrail, wa Mikail, wa Isroil wa Izrail

3. ilaa hadratin Abu Bakrin, wa Umar , wa Ustman , wa Ali radiyallahu anhum

4. ilaa hadratis Syaikh Abdul Qodir Jaelani

5. orang yg dituju bin...kalau gak tau nama ortunya bin....

dibaca malam sebanyak-banyaknya sekuatnya klo untuk pengasihan umum poin nomer lima diganti wong sejagad asih pada diriku, klo khusus diamalkan sambil dibayangkan seolah2 di dpan kita dan cinta pada kita.

Pada malam hari/diatas jam 12 malam dibaca min 313 x...dan subuh 100x

ini yg buat non puasa...

Lakukan 7 malam tanpa terlewatkan...( Non puasa )

Kalau dibantu dengan puasa lebih baik, cara waktu puasa dibaca sebanyak mungkin.

Caranya:

puasa mutih 7 hari Niat puasa nawaitu shauma lillahi ta ala dan sahur jam, 12 malam dan buka seperti biasa...lakukan seterusnya

Kalau ilmu ini sudah nyatu sama sama pengamal...bisa jadi lawan jenis akan klepek-klepek..tapi itu semua atas ijin dan keridhoan allah swt ...

bisa digunakan untuk merukunkan istri muda dengan istri tua..

hati-hati jangan sembarangan dalam menggunakannya karena gak ada obatanya ada obatnya...semua resiko tanggung sendiri, semua akan diminta pertanggungjawabnya disisi ALLAH.

Sekian artikel dari saya tentang Mahabbah Istimewa dari surat yusuf , semoga bermanfaat.
Jangan lupa untuk tetap mengunjungi Nglaras-ati , supaya tetap update artikel. Terima kasih.