Showing posts with label Silat Karomah. Show all posts
Showing posts with label Silat Karomah. Show all posts

Harus cermat dalam memilih perguruan silat

Harus cermat dalam memilih perguruan silat

Saat ini banyak sekali perguruan Pencak Silat baru Bermunculan, sudah menjadi konsekwensi logis dari perkembangan zaman yang kian tinggi tingkat Kompetisi dan daya saingnya. Sesepuh SH Terate Almarhum Raden Mas Imam Koesoepangat pernah mengatakan “ Sepeninggalnya saya nanti perguruan pencak silat akan tumbuh menjamur seperti lumut, kecil-kecil tetapi ada dimana-mana”.

Harus cermat dalam memilih perguruan silat, mengapa?

 Munculnya berbagai perguruan pencak silat ini tentunya mempunyai dampak positif dan juga negative. Segi Positifnya menunjukkan bahwa budaya Indonesia (Pencak Silat) sudah mulai dicintai oleh bangsanya sendiri terlebih, ketika banyak warga asing berdatangan unruk belajar pencak silat. Sedangkan segi negatifnya  antara lain:
1. Banyak Perguruan-perguruan baru ini belum mampu mengemas organisasinya hingga layak jual/Go Public. Terbukti banyaknya perguruan yang masih menggunakan cara-cara lama yang kurang dapat menunjukkan hasil maksimal, kurangnya pengetahuan pencak silat dan juga peralatan yang memadai.  serta masih menutup diri terhadap pengetahuan silat dari luar yang menjadikanya seperti katak dalam tempurung yaitu merasa pencak silatnya paling bagus tetapi ternyata hanya dibandingkan dengan teman-teman diperguruanya dan ketika di perlombakan kwalitasnya masih jauh dengan perguruan silat yang lain.
Adanya Misi Aliran.                                                                                                            
Perlu diwaspadai saat ini tidak sedikit perguruan pencak silat yang berada dibawah naungan organisasi tertentu seperti partai, suku, Agama atau sekte/aliran tertentu dalam suatu agama.Dalam setiap langkah perguruan pencak silat ini harus selalu mengikuti fatwa atau keputusan organisasi yang membawahinya seperti Tapak Suci (Muhammadiyah). Pagar Nusa (Nahdlatul Ulama). ASAD (LDII), PS Ratu Adil (Kristen) atau milik Suku seperti Cingkrik Betawi.Pihak/lembaga/sekolah yang ditempati sebagai sarana latihan hendaknya waspada dan selektif terhadap aliran beladiri yang mau
1.     masuk karena secara langsung maupun tidak sudah dapat dipastikan mereka akan menyusufkan faham-faham ajaran mereka. Langkah antisifatif ini diperlukan guna lembaga ataupun sekolah dapat tetap menjadi lembaga yang netral terhadap aliran manapun.
2.     Banyak Pelatih/Guru Pencak silat yang tingkat SDM/kompetensinya masih kurang          Presiden Rusia Vladimir putin (praktisi judo) “Belajarlah beladiri pada ahlinya, jangan belajar pada seorang pelayan”. Dalam pengertian bahwa kita hendaknya mencari pelati/Guru yang professional dalam berlatih, jangan hamya asal bisa silat mereka kita jadikan pelatih. Profesional disini dalam artian gerakanya mantab dan benar,tehnik tandingnya bagus dan berprestasi, menguasai tehnik melatih kalau perlu bersertifikat (IPSI) dan yang terakhir yang paling penting jiwanya atau kerohaninya sesuai dengan amanah yang diembanya.Saat ini banyak sekali pelatih pencak silat yang Asal-asalan, latihan Cuma 4 paling lama 6 bulan, menendang depan saja belum lurus kuda-kuda pasang saja tidak seimbang, sambung 1 lawan 1 saja belum mahir  sudah dikukuhkan menjadi pelatih/Guru. Dan perlu diketahui hal inilah yang menjadikan pencak silat Indonesia dari segi kwalitas semakin menurun.
Dunia Pencak Silat tentu akan merasa prihatin dengan kondisi ini,”kalau gurunya saja gak bisa apalagi muridnya”.Dalam Sea Games bangsa Indonesia pernah dipecundangi pesilat dari Vietnam, yang mana bangsa ini
baru Belajar Pencak Silat 8 tahun yang lalu, kalau kondisi ini dibiarkan bagaimana kondisi pencak silat Indonesia 10 tahun yang akan datang jika generasi mudanya menjadikan belajar silat hanya untuk sekedar bisa.Akankan harimau tidak menjadi rajanya di hutanya sendiri, akankah bangsa Indonesia yang notabene sebagai cikal bakal lahirnya pencak silat dipecundangi untuk kesekian kalinya oleh Negara lain?? Hanya kita yang bisa menentukan……

Menjadi berkurangnya pemahaman tentang Eksistensi Pencak silat                                                            
Pencak = rangkaian gerakan yang mirip tarian khas yang indah sedangkan Silat = Gerakan pembelaan diri yang mampu menghancurkan lawan dalam hitungan detik.                      Banyak perguruan pencak silat saat ini tidak mengajarkan Pencak dan rangkaian jurus silatnya.mereka hanya mengajarkan kerohanianya saja,alasan mereka “biar cepat sakti”. padahal tidak seperti itu untuk memperoleh ilmu pencak silat.  mereka mengajarkan ilmu kebal, ilmu karomah,ilmu pengasihan dll yang didalamnya termasuk jenis ilmu karang (yaitu memakai bantuan jin/syetan). Ironis sekali ketika ada yang kesurupan gara-gara mempraktekkan ilmunya atau yang lebih parah lagi sampai mengakibatkan stress karena daya fikirnya tidak mampu menahan dan dikuasai makluk halus tertentu.jalan pintas dan instant memang terkesan mudah dan tidak membebani akan tetapi pasti memiliki resiko yang tinggi.bahkan ada perguruan pencak silat yang menjadikan jin sebagai guru mereka dalam mendapatkan ilmu kesaktian, proses masuknya pun beraneka macam ada yang langsung dipanggil adapula yang melalui proses mimpi. (alam tak sadar) Dalam alam sadar jelas sekali gejala mereka tampak ketika jin itu masuk seperti menggigil, meraung-raung dll, yang jelas gejalanya menunjukkan bukan sifat orang itu sendiri. dan yang datang melalui mimpi biasanya mereka menunggu hingga sang jin datang sendiri memasuki mimpi orang tersebut.Mereka biasanya berdalih arwah yang datang adalah malaikat dan perlu anda ketahui itu adalah bohong besar, Dzat yang datang hanyalah jin/syetan yang mengaku-ngaku sebagai malaikat atau biasanya mengaku arwah  para waliyullah. Sangat mustahil orang biasa yang tingkatanya bukan Nabi dapat menemui malaikat walaupun dalam tidur.Para wali Allah saja tidak mampu bertemu dengan malaikat apalagi hanya seorang guru pencak silat yang kadar keimananya masih pasang surut.Oleh karenanya perguruan seperti ini diwaspadai keberadaanya oleh IPSI (ikatan Pencak Silat Indonesia).dikhawatirkan bisa menjadikan syirik para anggota yang mempelajarinya.
SH Terate sebagai organisasi pencak silat oleh karenanya tidak mengajarkan ilmu-ilmu seperti itu, dalam SH terate tidak mengenal Ilmu Karang, tidak dibawah naungan organisasi manapun, juga persaudaraanya tidak membeda-bedakan SARA( Suku ,agama, Ras, antar golongan). RM Imam Koesoepangat juga mengatakan orang SH terate haruslah bisa  menahan cobaan dan goda’an dalam mencari Ilmu pencak silat “Sepiro Gedene Sangsoro yen tinompo amung dadi cobo” falsafah ini akhirnya dijadikan pedoman orang SH terate dalam menempuh ilmu kanuragan (pencak silat).Karena dalam SH terate pelajaran pertama yang harus dilatih dalam pencak silat adalah olah fisik (yang merupakan pondasi/dasar) dan penanaman pola fikir berperilaku dalam masyarakat.” Sungguh, Apabila akidah telah kokoh dan menancap kuat dihati , maka bencana akan menjadi anugerah, segala peristiwa akan menjadi hadiah dan lencana. “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan ,maka Alloh akan memberikan coba’an”
Sh Terate juga mengenal istilah “Wedar Silat Among Jiwo” tidak saja ilmu silatnya yang diasah tetapi bila dasarnya/ akidahnya sudah kuat maka jiwanya juga akan diasah dan terus dibimbing oleh pelatihnya, karena bila fisiknya saja yang diasah seperti naik sepeda motor yang tidak ada remnya.dan sebaliknya bila jiwanya saja yang diasah diibaratkan seperti mau naik sepeda motor tetapi tidak ada bensinya.

Penjelasan Karomah serta Fungsi dan Kegunaannya

Penjelasan Karomah serta Fungsi dan Kegunaannya

Anda semua pasti pernah mendengar kata ‘KAROMAH’, pasti bagi orang awam bertanya-tanya. 

Apakah Karomah itu? Apa Fungsi dan Kegunaannya?

Karomah sendiri merupakan perkara di luar kebiasaan yang Allah jadikan melalui seorang wali sebagai bantuan, dukungan dan peneguhan baginya atau sebagai pertolongan kepada agama.

Karomah ini hanya Allah berikan kepada wali agar tidak tercampuri oleh perkara-perkara sihir dan dukun yang terjadi luar biasa tetapi tidak terjadi melalui seorang wali akan tetapi melalui musuh Allah, jadi ia bukanlah karomah.

Perkara-perkara luar biasa yang katanya karomah ini banyak terjadi pada tukang sihir yang menghalang-halangi jalan Allah maka kita wajib berhati-hati dari mereka dan dari permainan mereka terhadap akal dan pikiran manusia.

Siapa itu wali?

Allah menjawabnya dalam firmanNya;

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (Yunus: 62-63).

Syaikhhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Setiap Mukmin yang bertakwa adalah wali Allah.”

:: Akidah Ahlus Sunnah ::

Ibnu Taimiyah berkata dalam al-Aqidah al-Wasithiyah “Di antara prinsip Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah mempercayai karomah para wali.”

Akidah ini berpijak kepada dalil-dalil dari al-Qur`an, sunnah dan fakta nyata. Di antara karomah yang ditetapkan oleh al-Qur'an yang terjadi pada umat terdahulu adalah kisah ashabul kahfi yang hidup di antara kaum musyrikin sementara mereka beriman kepada Allah, mereka khawatir tidak mampu mempertahankan keimanannya maka mereka meninggalkan negeri mereka berhijrah kepada Allah. Allah menyediakan sebuah goa di gunung, mulut goa ini di utara maka matahari tidak masuk kepada mereka sehingga merusak tubuh mereka dan mereka pun tetap memperolehnya, apabila ia terbit maka ia condong dari gua mereka ke sebelah kanan dan apabila ia terbenam maka ia menjauhi mereka ke sebelah kiri sementara mereka di tempat yang luas di goa itu. Mereka tinggal di goa tersebut dalam keadaan tidur selama tiga ratus sembilan tahun. Allah membolak-balik mereka ke kanan dan ke kiri di musim panas dan dingin. Panas tidak mengganggu mereka, dingin tidak menyulitkan mereka. Mereka tidak lapar, tidak haus, dan tidak bosan tidur. Ini jelas karomah, mereka dalam keadaan demikian sampai Allah membangkitkan mereka sementara kesyirikan telah lenyap dari negeri mereka, maka mereka pun selamat darinya.

Di antara karomah yang ada di dalam al-Qur'an adalah kisah Maryam, Allah memberinya karomah di mana Dia membawanya ke pohon kurma pada saat menjelang melahirkan. Allah memerintahkannya agar menggoyang batang pohon kurma tersebut maka ia pun memberinya kurma-kurma yang ranum.

Di antaranya adalah kisah seorang laki-laki yang dimatikan Allah selama seratus tahun lalu Allah membangkitkannya sebagai karomah untuknya agar dia mengetahui kodrat Allah dan imannya bertambah kuat.

Adapun dalam sunnah maka kisah tiga orang dari Bani Israil yang terjebak di dalam goa oleh sebuah batu besar, mereka berdoa kepada Allah dengan bertawasul kepadaNya dengan amal-amal shalih mereka, akhirnya Allah menggeser batu dan mereka berhasil keluar dengan selamat.

Di antaranya kisah Juraij yang dituduh menghamili seorang wanita pelacur, pada saat anak itu lahir, Juraij menusuk perutnya sambil berkata, “Wahai bocah, siapa bapakmu?” Maka bocah itu menjawab, “Fulan, si gembala.”

Di antaranya adalah kisah anak muda Ashabul Ukhdud yang bisa menyembuhkan orang buta dengan izin Allah, bisa selamat ketika hendak dilemparkan dari puncak gunung, bisa selamat ketika hendak diceburkan ke laut dengan izin Allah, namun dia mati dengan sebuah anak panah dari Raja yang melepaskannya dengan menyebut nama Allah.

Adapun dari kenyataan maka diriwayatkan bahwa Shilah bin Asyyam, kudanya mati lalu Allah menghidupkannya sehingga Shilah bisa pulang dengannya sampai rumah. Begitu sampai di rumah dia berkata kepada anaknya, “Ambil pelananya karena ia adalah pinjaman.” Ketika pelananya diambil kuda tersebut mati lagi.

Dalam sejarah disebutkan bahwa Saad bin Abu Waqqash menyeberangi sungai Dajlah dengan pasukan berkudanya layaknya mereka berjalan di daratan.

Dari Tsabit al-Bunani berkata, petugas kebun Anas datang, dia berkata, “Tanahmu kehausan.” Maka Anas memakai bajunya lalu dia keluar ke tanah lapang, kemudian dia shalat dan berdoa, tiba-tiba sebuah awan bergerak ke arah kebunnya, di sana awan itu menumpahkan airnya sehingga selokan-selokannya penuh, hal itu terjadi di musim kemarau, lalu Anas mengutus sebagian keluarganya, dia berkata, “Lihatlah sampai di mana hujan itu?” Ternyata hujan tersebut tidak melebihi kebunnya kecuali sedikit.

Dan masih banyak lagi kisah-kisah shahih tentang karomah auliya`. Maka Ahlus Sunnah wal Jamaah membenarkan dan mempercayai karomah para wali.
Pendapat Ahlus Sunnah wal Jamaah ini berseberangan dengan pendapat Mu’tazilah dan para pengikutnya di mana mereka mengingkari karomah. Mereka berkata, “Kalau kita menetapkan karomah maka tidak bisa dibedakan antara tukang sihir dengan wali, wali dengan Nabi karena masing-masing hadir dengan perkara di luar kebiasaan.”

Kami katakan, tidak mungkin karena karomah terjadi pada wali dan wali tidak mungkin mengaku menjadi nabi, kalau dia mengaku nabi maka ia bukan wali. Perkara luar biasa milik nabi terjadi pada nabi, sementara tipu muslihat dan sihir terjadi pada orang yang jauh dari Allah, ia melakukannya dengan bantuan setan maka dia mendapatkannya dengan usahanya lain dengan karomah yang datang dari Allah, wali tidak mencari dengan usahanya.

Fungsi Karomah

Karomah itu memiliki empat fungsi:
Pertama: Menjelaskan kodrat Allah yang sempurna di mana ia terjadi karena izin dari Allah.
Kedua: Membuktikan kedustaan pendapat yang berkata, alamlah yang berbuat karena jika tabiat yang berbuat niscaya ia berjalan lurus rapi tidak berubah jika kebiasaan dan tabiat berubah maka ia adalah bukti bahwa alam memiliki Tuhan yang mengatur.
Ketiga: Ia adalah ayat bagi Nabi yang diikuti seperti yang telah dijelaskan.
Keempat: Ia meneguhkan dan penghormatan bagi wali yang bersangkutan.


Pembagian Karomah

Karomah terbagi menjadi dua bagian: Bagian yang berkaitan dengan ilmu dan mukasyafah dan bagian lain yang berkaitan dengan kodrat dan pengaruh.

Yang berkait dengan ilmu: Seseorang mendapatkan ilmu yang tidak didapatkan oleh orang lain.

Yang berkait dengan mukasyafah: Seseorang dibukakan untuknya apa yang tidak dibukakan untuk orang lain.

Contoh yang pertama – ilmu – adalah Abu Bakar, Allah membuatnya mengetahui janin di rahim istrinya, bahwa janinnya adalah perempuan. Hal ini disebutkan dalam al-Ishabah karya Hafizh Ibnu Hajar.

Contoh yang kedua – mukasyafah – Amirul Mukminin Umar bin al-Khattab, dia berkhutbah pada hari Jum’at di atas mimbar. Para hadirin mendengar Umar berkata, “Hai Sariyah, gunung.” Mereka terkejut kemudian mereka bertanya tentang hal itu kepadanya. Maka Umaar menjelaskan bahwa telah dibukakan untuknya pasukan yang dipimpin oleh Sariyah bin Zanyam – salah seorang panglima di Irak – dikepung musuh maka Umar mengintruksikannya ke gunung. Dia berkata, “Hai Sariyah, gunung.” Sariyah mendengar suara Umar dan dia mundur ke gunung dan berbenteng dengannya.

Ini termasuk mukasyafah, ia terjadi hanya saja tidak sering.

Adapun kodrat dan pengaruh maka contohnya adalah Maryam yang menggoyang batang kurma lalu buahnya berjatuhan.
Juga seperti yang memiliki ilmu tentang kitab yang berkata kepada Sulaiman, “Aku mendatangkan istana Ratu Bilqis ke sini sekejap mata.”

Karomah Tidak Terputus Sampai Hari Kiamat

Bahwa karomah akan terus ada sampai hari Kiamat ditetapkan oleh dalil naqli dan aqli.
Dalil naqli: Rasulullah mengabarkan dalam kisah Dajjal bahwa dia memanggil seorang pemuda, pemuda tersebut hadir dan berkata, “Kamu berdusta. Kamu hanyalah Dajjal al-Masih di mana Rasulullah telah memberitakan kepada kami tentang dirimu.” Maka Dajjal memenggal tubuh pemuda tersebut menjadi dua. Setengahnya dilempar ke sana setengahnya lagi ke sini dengan jarak yang sangat jauh. Dajjal berjalan di antara keduanya. Kemudian dia memanggilnya maka pemuda tersebut bangkit dengan wajah berseri-seri, Dajjal memanggilnya agar dia mengakuinya sebagai tuhan. Pemuda tersebut menjawab, “Pada hari ini aku semakin yakin bahwa kamu adalah Dajjal.” Dajjal hendak membunuhnya tetapi dia tidak mampu melakukannya.

Ketidakmampuan Dajjal membunuh pemuda tersebut adalah temasuk karomah tanpa ragu.

Dalil aqli: Selama penyebab karomah adalah perwalian maka ia akan terus ada sampai hari Kiamat karena perwalian akan terus ada.

Dari Syarh al-Aqidah al-Wasithiyah, Syaikh Ibnu Utsaimin

Ilmu Hikmah / Karomah

Ilmu Hikmah / Karomah


Ilmu Hikmah / Karomah, Apakah itu?


Ilmu Hikmah / Karomah sendiri yaitu suatu amalan spiritual yang berupa ayat Alqur’an, doa-doa tertentu, hizib atau mantra-mantra suci yang berbahasa Arab dan diimbangi dengan laku batin untuk mendekatkan diri kepada Allah dan membersihkan jiwa dari berbagai penyakit hati. Yang disebut mantra suci adalah mantra yang isi kandungannya tidak melanggar syariat islam. Ilmu Hikmah bisa dipelajari dengan amalan berupa dzikir, tabarruk, menyendiri, membersihkan hati, bersikap bijaksana atau riyadhoh tertentu sesuai ajaran para guru/ ulama.

Ilmu Hikmah banyak sekali manfaatnya, mencakup segala urusan dunia dan akhirat. Ilmu Hikmah bisa untuk menyelesaikan berbagai macam masalah kehidupan, membantu kita kuat dalam mengarungi kehidupan yang penuh cobaan, merupakan sarana memohon perlindungan kepada Allah, mempermudah jalan usaha/rezeki kita, memperbaiki perilaku atau akhlak diri kita, mengubah perilaku buruk menjadi baik, menerangi hati yang gelap menjadi terang-benderang, memberi kegembiraan bagi yang sedih, memberi kekuatan bagi yang merasa lemah, membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT dan bisa juga sebagai sarana amal ibadah untuk mendapatkan ridho Allah.

Ilmu Hikmah berbeda dengan ilmu kesaktian para pendekar yang bisa dipamerkan atau disombongkan. Justru pantangan utama dalam mempelajari ilmu hikmah adalah kesombongan atau merasa punya kehebatan. Kunci dalam ilmu hikmah adalah memohon pertolongan dan rahmat dari Allah agar dalam menjalani hidup di dunia ini, kita diberi keselamatan, kelancaran, kesuksesan, kemudahan, kebahagiaan dan segala hal baik yang kita butuhkan. Juga agar perjalan kita di akhirat nanti diberi kelancaran hingga kita bisa bertemu Allah Yang Maha Besar.

Oleh karena itu, inti dari Ilmu Hikmah sebenarnya adalah mendekatkan diri dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Hingga kita sama sekali tidak merasa punya kehebatan. Karena tiada daya dan upaya yang mampu hamba lakukan kecuali karena adanya Allah semata.

Menurut kamus bahasa Arab, al-Hikmah mempunyai banyak arti. Diantaranya, kebijaksanaan, pendapat atau pikiran yang bagus, pengetahuan, filsafat, kenabian, keadilan, peribahasa (kata-kata bijak), dan al-Qur'anul karim. (Kamus al-Munawir: 287).

Sedangka Imam al-Jurjani dalam kitabnya memberikan makna al-Hikmah secara bahasa artinya ilmu yang disertai amal (perbuatan). Orang yang ahli ilmu Hikmah disebut al-Hakim, bentuk jamaknya (plural) adalah al-Hukama'. Yaitu orang yang mengamalkan ilmunya di jalan yang benar.

Al-Hikmah juga bermakna kumpulan keutamaan dan kemuliaan yang mampu membuat pemiliknya menempatkan sesuatu pada tempatnya (proporsional). Al-Hikmah juga merupakan ungkapan dari perbuatan seseorang yang dilakukan pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat pula. (Al-Qur'an, Tafsir wa Bayan; 412).
Dan dalam kosa kata bahasa Indonesia, kata Hikmah mempunyai tiga arti. Pertama, hikmah diartikan kebijaksanaan dari Allah. Kedua, hikmah diartikan sebagai sakti atau kesaktian (kekuatan ghaib). Ketiga hikmah diartikan sebagai manfaat dari sesuatu.

Para ulama' tafsir rahimahumullah juga mempunyai definisi masing masing tentang Ilmu Hikmah. Yang  mana antar pendapat tersebut saling berkaitan dan melengkapi satu sama lain. Imam Mujahid mengartikan al-Hikmah adalah "Benar dalam perkataan dan perbuatan".

lbnu Zaid memaknai Ilmu Hikmah adalah cendekia dalam memahami agama. Malik bin Anas mengartikan Ilmu Hikmah adalah pengetahuan dari pemahaman yang dalam terhadap agama Allah, lalu mengikuti ajarannya."

Ibnul Qasim mengatakan, Ilmu Hikmah adalah memahami ajaran agama Allah lalu mengikutinya dan mengamalkannya." Imam Ibrahim an-Nakho'i mengartikan Ilmu Hikmah adalah memahami apa yang dikandung Al-Qur’an."

lmam as-Suddiy mengartikan al-Hikmah dengan an-Nubuwwah (hal-hal yang berkaitan dengan kenbian). Ar-rabi' bin Anas berkata mendefinisikan Hikmah sebagai rasa takut kepada Allah. Sedangkan Hasan al-Bashri memakna hikmah sebagai "Sifat wara' atau hati-hati dalam masalah halal dan haram.

Imam at-Thabari rahimahullah menambahkan, “Menurut kami, makna Ilmu Hikmah yang tepat adalah ilmu tentang hukum-hukum Allah yang tidak bisa dipahaminya kecuali melalui penjelasan Rasulullah. Dengan begitu al-Hikmah disini berasal dari kata al-Hukmu yang bermakna penjelasan antara yang haq dan yang bathil. Seperti kalimat al-Jilsah berasal dari kata al-Julus. Kalau dikatakan bahwa si Fulan itu orang yang Hakim, berarti dia itu orang yang benar dalam perkataan dan perbuatan." (Kitab Tafsir at-Thaban: 1/ 557).

Dari berbagai definis Ilmu Hikmah yang disampaikan oleh ulama-ulama besar di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa Ilmu Hikmah bukanlah sekedar bacaan dzikir yang dibaca rutin setiap hari. Ilmu Hikmah mencakup segala perbuatan kita, baik perbuatan kita kepada diri kita, kepada sesama, kepada alam dan bakti kita kepada Allah. Jelas sudah bahwa, orang yang mengamalkan Ilmu Hikmah hendaknya berusaha berperilaku bijaksana dalam segala hal. Dengan demikian Allah memberkahi segala amal perbuatan kita.


Ilmu hikmah bukanlah ilmu sihir yang melibatkan bantuan jin atau syetan. Sehingga bisa dipamerkan di tempat-tempat keramaian, dijadikan sebagai bahan pertunjukan, dipelajari dalam waktu sekejap, dimiliki dengan ritual-ritual khusus, atau diperjual-belikan dengan harga tertentu.

Ilmu Hikmah adalah ilmu spiritual islam yang membimbing kita mengenal ajaran-ajaran Allah dan sunnah Rasul-Nya, sehingga kita bisa mengetahui mana yang halal dan mana yang haram, mana yang diperintahkan dan  mana yang dilarang. Dengan ilmu hikmah seperti itulah, kita akan menjadi orang yang benar dalam perkataan dan perbuatan. Itulah sejatinya ilmu Hikmah.

Apabila kita memperhatikan definisi ilmu Hikmah yang disampaikan oleh para ulama' di atas, maka kita bisa menyimpulkan bahwa ilmu Hikmah itu ada sumbernya, yaitu al-Qur'an dan a-Hadits. Keduanya merupakan referensi ilmu Hikmah yang sebenarnya. Apabila ada kitab-kitab lain yang mengajarkan ilmu hikmah, tapi ternyata bertentangan atau menyimpang dari al-Qur'an dan al-Hadits, berarti itu adalah ilmu Hikmah palsu atau gadungan.

Setiap orang islam boleh mempelajari sumber ilmu Hikmah, yaitu dengan mengkaji al-Qur'an dan as-Sunnah. Hanya saja daya serap otak kita, tingkat pemahaman kita, serta kemampuan kita untuk mengamalkan isi kandungannya, akan berbeda satu sama lainnya. Kitab al-Qur'an dan al-Hadits yang kita pelajari, boleh sama. Tapi daya tangkap kita, dan akurasi pemahaman makna terhadap teks yang tertulis akan berbeda satu sama lain. Begitu juga kemampuan dalam mempraktikkan ilmu yang telah diketahui. Tidak semua orang yang membaca al-Qur'an dan al-Hadits, serta-merta memahami maknanya. Dari sekian orang yang paham maknanya, ternyata tidak semua mampu mempraktekkannya dalam perkataan dan perbuatannya.

Oleh karena keterbatasan kita dalam memahami kandungan dari Al-Qur’an dan Hadis, maka para ulama atau para wali telah membuat panduan-panduan Ilmu Hikmah yang praktis yang bisa dilakukan oleh masyarakat awam yang belum punya kesempatan untuk mempelajari kandungan Al-Qur’an dan Hadis secara mendalam. Karena sesungguhnya dalam Al-Qur’an terkandung banyak sekali rahasia yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah.

Kemampuan memahami secara mendalam terhadap al-Qur'an dan as-Sunnah itulah anugerah yang besar dari Allah yang tidak bisa dimiliki oleh setiap orang, begitu juga kemudahan dalam mengamalkannya. Apabila kita dianugerahi oleh Allah kemudahan dalam memahami agama ini dari sumbernya, dan kemampuan untuk mempraktikkannya dalam kehidupan, serta mengajarkannya kepada yang lain, berarti kita termasuk hamba yang diberi ilmu Hikmah. Dan itulah anugerah Allah termahal dan terindah, sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Baqarah ayat 269. Sehingga dengan ilmu itu perkataan dan perbuatan kita benar, sesuai dengan syari'at Islam.

Simaklah perkataan Imam Nawawi rahimahullah  saat dia menjelaskan tentang iimu Hikmah yang sebenarnya. Imam an Nawawi berkata, "Ilmu al-Hikmah adalah ilmu yang berkaitan dengan hukum-hukum agama yang lengkap untuk mengenal Allah yang diiringi dengan tajamnya pikiran dan lembutnya jiwa serta mulianya akhlak. Merealisasikan kebenaran dan mengamalkannya, berpaling dari hawa nafsu dan kebathilan." (Kitab Faidhu Qadir: 3/ 416).

Sedangkan al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah menyimpulkan bahwa makna al-Hikmah yang tepat adalah pemahaman yang mendalam terhadap kandungan kitab al-Qur'an. Iman dan hikmah biasanya  berdampingan, walaupun kadang terdapat juga hikmah yang tidak bersandingan dengan iman." (Kitab Fathul Bari: 7/ 205).

Itulah wujud dari kemuliaan sejati, karena kita bisa menjadi hamba yang taat, dengan kemampuan kita untuk mengetahui perintah-perintah-Nya lalu mentaatinya. Dan mengetahui larangan-larangan-Nya lalu menjauhinya. ltulah sifat hamba yang bertakwa dan berhak menjadi orang yang paling mulia. “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa." Begitulah Allah menjelaskan standar kemuliaan sejati dalam surat al-Hujurat ayat 13.

Dalam al-Qur'an disebutkan, “Allah menganugrahkan al-Hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al-Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.” (QS. Al-Baqarah: 269).

Demikian merupakan penjelasan Ilmu Hikmah menurut pemahaman kami yang terbatas. Semoga penjelasan tentang Ilmu Hikmah ini bisa memberi wawasan kepada Anda untuk lebih memahami Ilmu Hikmah yang sesungguhnya. Bagi kami, tidak masalah apabila ada orang lain yang punya pemahaman berbeda terhadap arti Ilmu Hikmah, karena bagi kami perbedaan itu sendiri adalah wajar dan harus disikapi dengan penuh hikmah (kebaikan dan kebijaksanaan).

Ilmu Hikmah / Karomah yaitu ilmu yang disertai amal perbuatan nyata sehingga kita menjadi manusia yang bijaksana dalam bertindak, lebih dekat dengan Allah dan mendapatkan keberkahan dalam usaha mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Tujuan belajar ilmu hikmah bukanlah untuk menjadi sakti atau menjadi hebat, tetapi untuk mendekatkan diri kepada Allah sehingga Allah memberikan kemudahan kepada kita.